Kamis, 31 Mei 2012

Dinding Kamprot



Tidak perlu ribut-ribut perkara warna cat yang ditentukan untuk mengecat dinding, untuk area balkon Anda. Cobalah ide yang satu ini. Tidak perlu ragu lagu untuk menambahkan ornamen dinding kamprot pada salah satu sisi rumah Anda.

Barangkali di benak Anda muncul pertanyaan, kenapa harus pilih dinding kamprot untuk finishing dinding? Dinding kamprot ini populer karena teksturnya yang halus kasarnya dan berkesan belum jadi serta acak-acakan. Ini merupakan saat dimana Anda perlu merubah persepsi kalay sesuatu yang acak-acakan dan belum jadi itu tentunya tidak enak dilihat.
 
Kelebihan serta keuntungan lain dari dinding kamprot ialah efek bayangan yang timbul di permukaannya waktu terkena cahaya matahari, ataupun cahaya lampu. Akan timbul bayangan yang mengakibatkan tekstur kasar dari si dinding semakin menonjol. Cukup menarik bukan.

Hal yang menarik berikutnya dari dinding dengan teknik kamprot ialah teknik aplikasinya yang cukup sederhana. Cuma memerlkan dua syarat, telaten dan sabar. Hal lain yang menarik dari dinding ini ialah penampilannya yang apa adanya, menjadikan dinding tampil lebih alami. Tetapi awas, lebih baik dinding kamprot ini diterapkan hanya pada sisi yang memang ingin Anda ekspos. Sebab dinding ini sangat berpotensi menjadikan kesan gelap dan monoton.

Kita liha balkon pada foto ini. Salah satu bagian dindingnya menerapkan teknik kamprot. Sangat serasi dengan warna lantai yang juga berwarna gelap, penampilan balkon menjadi modern namun kaku. Maka untuk “menghaluskannya” ditempatkanlah furniture kursi berbaha kayu serta berornamen anyaman rotan. Perpaduan antara material alama dengan dinding kamprot, menjadikan  balkon ini tampil lebih eklektik dan menarik.

Warna Desain Minimalis

Mengapa hampir disetiap rumah-rumah bergaya minimalis, warna putih selalu menjadi dominan? Di sini kita akan membahas mengenai karakter warna desan minimalis.

Alasan paling utama warna putih menjadi warna favorit pada arsitektur gaya minimalis, ialah karena warna putih dapat mendukung setiap tema yang ditampilkan oleh gaya penataan ruang yang satu ini. Terang, sederhana, bersih , dan membuat nuansa ruang menjadi luas. Pertanyaan lainnya adalah, apa harus putih saja, kenapa tidak warna yang lain?

warna-desain-minimalis

Kita tetap bisa bebas berekspresi dalam desain rumah gaya minimalis ini. Gunakanlah warna-warna yang lembut serta natural. Misalnya, abu-abu, krem, tosca, hijau dan sebagainya.  Selama warna itu tidak terlalu kontras dan tajam (kecuali hitam). Untuk menampilkan kesan yang lebih modern, bisa juga mengkombinasikan putih dengan hitam.

Warna-warna yang cerah, dapat juga digunakan sebagai warna selingan dalam mem bangun rumah. Cobalah tempatkan beberapa vas degan warna merah. Atau bisa juga ditempatkan tanaman artifisial sederhana dengan warna hijau segar.

Tetapi jangan sampai menyimpang dari prinsip minimalis tersebut. Artinya jangan sampat karena keasikan bermain warna, justru menghilangkan kesan “minimalis” yang ingin ditampilkan. Jika terlalu ramai, berakibat gaya penataan pun berubah. Tidak lagi minimalis, tetapi bisa maksimalis :D

Jika Rumah Anda Terasa Sempit

Walaupun rumah telah ditata sedemikian rupa-tidak menggunakan sekat, menggunakan furniture yang tergolong mungil, atau dinding dicat dengan warna terang-namun tetap saja terlihat sumpek, mungkin Anda melupakan beberapa hal kecil yang justru bisa menjadi boomerang bagi penataan interior rumah.

Apa yang salah? Coba teliti lagi, sudahkah Anda membereskan barang-barang lain seperti berikut ini?

Kamar Tidur
Apakah baju Anda tersebar ke penjuru ruangan, tak hanya di dalam lemari? Ada yang tergantung di pojok ruangan, di balik pintu bahkan masih ada lemari lain yang menyimpan pakaian Anda. Mungkin ini saatnya untuk memilah seluruh pakaian Anda dan hanya menyimpan yang benar-benar diperlukan. 

Pada umumnya, pakaian yang digunakan sehari-hari hanya mencakup 20 persen dari keseluruhan pakaian yang dimiliki. Dengan kata lain, sekitar 80 persen dari pakaian yang Anda miliki jarang digunakan dan hanya menambah tumpukan yang membuat lemari atau kamar tidur semakin terlihat sempit. Dengan mendonasikannya, tambahan lemari untuk pakaian pun tak lagi diperlukan sehingga lemari tersebut bisa keluar dari kamar Anda. Kamar tidur terasa lebih lega bukan?


Tanpa disadari, berbagai peralatan memasak di dapur seringkali hanya menjadi pajangan belaka yang tidak pernah digunakan. Pojokan dapur pun penuh dengan pemanggang roti, blender, microwave dan lain-lain. Tidak akanmenjadi masalah bila peralatan ini memang benar-benar digunakan. Namun bila tidak, barang-barang tersebut hanya menjadi musuh dalam sekam yang mengganggu kerapihan dapur. Ada baiknya bila barang tersebut disimpan dulu di tempat khusus. (dalam lemari, misalnya) sehingga dapurpun terlihat lebih lega.

Koran dan Majalah
Bila Anda berlangganan Koran atau majalah, ada baiknya jika melakukan pembersihan secara berkala agar Koran dan majalah tudak menumpuk semakin tinggi di pojok ruangan. Selain memakan tempat, tumpukan ini juga menjadi sumber penyakit akibat debu yang menempel.

Furniture
Tak jarang, orang tua memindahtangankan furniture usang miliknya. Memang kelihatannya antik dan unik-terlebih bila terbuat dari kayu jati dengan ukiran khas, namun barang ini kadang juga hanya menjadi barang tak bertuan, yang tak pernah digunakan. Jika memang tidak digunakan lagi, pikirkan untuk mengungsikannya atau menjualnya ke tukang loak.


Barang Kenangan
Bagi sebagian orang, membuang barang-barang tertentu yang lekat dengan masa lalu sangat berat dilakukan. Padahal barang-barang ini hanya akan bertambah banyak dan membuat ruangan bertambah sempit. Lakukan pemilahan barang secara berkala dan singkirkan barang yang sudah tidak berarti lagi. Batasilah tempat penyimpanan ini misalnya hanya 1-2 kotak.

Selamat menata rumah anda..

 

Menata Rumah Mungil Agar Tetap Cantik dan Nyaman

Kecenderungan masyarakat di perkotaan pada saat ini ingin memiliki rumah yang praktis tetapi tetap nyaman untuk ditinggali. Tidak mengherankan jika gaya minimalis kerap digandrungi sehingga rumah-rumah mungil pun tetap mempunyai seabrek fungsi. Beberapa orang mengatakan Living in the box, mungkin itulah ungkapan yang cocok.



Akan tetapi, yang jelas dalam rumah mungil hanya terdapat fungsi pokok rumah. Kini rumah mungil tidak selalu berarti kaku, sumpek, dan sempit. Sebenarnya, rumah mungil dapat ditata dengan interior yang tepat agar nyaman dan terkesan luas. Meskipun hanya memiliki lahan yang terbatas Anda harus bisa mensiasati ruang-ruang yang sempit agar dapat memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan keluarga. Dan mencari solusi agar kesan sesak yang seringkali terlihat pada rumah-rumah mungil bisa diminimalisasi.
Saat ini terbatasnya ruang sudah tidak relevan lagi sebagai alasan memiliki rumah berukuran kecil. Keterbatasan lahan, apalagi di kota-kota besar, menuntut masyarakat untuk berhemat dalam mendirikan rumah. Butuh trik khusus saat menata interior rumah mungil. Mulai dari pemilihan warna dinding hingga pajangan dalam ruang. Si pemilik tertantang menciptakan kenyamanan dalam huniannya, meskipun terbentur dengan masalah luas lahan yang ukurannya serba terbatas. Namun anda jangan lekas berkecil hati karena dengan penataan ruang, pemilihan warna dan pemilihan furniture yang tepat dapat mensiasati ruangan-ruangan yang kecil menjadi lebih terlihat luas dan tetap asri.

Dalam menata ruang terbatas terdapat banyak cara, misalnya saja dengan mensiasati warna dinding dengan warna-warna yang terang. Selain itu gunakan juga furnitur yang tidak masif dan terkesan simple dan membuat ruang terusan tanpa ada batas masif.
Ruang dapat dibiarkan terbuka dengan menerapkan perbedaan ketinggian lantai atau plafon sebagai batas.


Saat ini, penataan interior rumah tinggal pun harus mengikuti tren yang berkembang pada fenomena rumah dengan ruangan terbatas ini. Selain memperhatikan pertimbangan selera pribadi penghuninya, penataan interior juga harus mengacu kepada kebutuhan.

Kebutuhan dan gaya hidup tiap generasi memang berbeda. Kriteria pemilihan rumah pun berlainan. Misalnya, ada yang memilih rumah atas pertimbangan dekat dengan pusat kegiatan atau rutinitas kegiatan sehari-hari juga menjadi bahan pertimbangan.

Kesan simpel bisa diperoleh mulai dari bentuk arsitektur rumah, bentuk dan penataan interior serta tahap finishing. Banyak furniture yang memiliki bentuk organik dengan motif garis-garis dinamis yang memiliki kesan lembut dan nyaman tetapi tetap sesuai dengan fungsinya. Bahan pelapis furniture pun motifnya akan beralih dari bunga-bunga ke motif polos.

Konsep penataan interior tidak akan banyak berubah. Konsep dasar penataan ruang tetap ditujukan untuk menciptakan kesan lapang dan nyaman.


Kesan ini dapat diciptakan dengan mengaplikasikan bukaan yang agak besar pada dinding rumah. Konsep itu diterapkan untuk menyiasati keterbatasan lahan rumah tinggal dan secara arsitektural bukaan besar tersebut terbukti mampu memberi kesan ruang yang semakin luas.

Jika Anda senang mengoleksi barang-barang seperti buku, botol minum atau pernak-pernik lainnya. Akan sangat disayangkan jika hobi tersebut tidak terwujud hanya karena ruangan tempat tinggal anda sempit.

Sebenarnya Anda bisa mensiasatinya dengan memilih furnitur yang memiliki banyak fungsi dan dapat disesuaikan dengan keadaan rumah, misalnya membuat lemari gantung atau membuat rak buku di bawah tempat tidur atau bawah meja keluarga. Siasati sudut-sudut tak terpakai di rumah Anda. Area ini bisa disulap jadi tempat penyimpanan buku.

Jika orang lain berusaha menyembunyikan rak buku atau koleksinya, bahkan tega menyimpannya di gudang karena tidak adanya tempat, namun anda bisa membuat rak cantik sebagai penyimpanan barang kesayangan anda. Rak ini bahkan bisa menjadi penghias rumah yang unik menggantikan lukisan atau pajangan dinding lainnya.


Umumnya rumah berukuran kecil menempatkan sekat antara ruang tamu dengan ruang keluarga. Anda juga bisa menjadikan rak itu sebagai sekat antar ruang. Sekat ini bisa anda gunakan sebagai rak koleksi atau rak buku.

Pintar-pintarlah dalam mencari celah di dalam rumah, seperti ruang dibawah tangga, salah satu sudut ruang keluarga, dinding bagian atas, garasi yang tidak terpakai adalah area yang bisa dimanfaatkan untuk meletakkan rak.

Rak gantung adalah rak yang menempel pada dinding, bukan rak yang punya kaki. Rak seperti ini terlihat lebih ringan, tidak membuat ruang penuh, dan karena tidak punya kaki, bagian bawahnya bisa digunakan untuk meletakkan perabot lain, seperti sofa atau meja.

Kalau Anda ingin ruangan terkesan rapi dan bersih, rak tanam bisa jadi pilihan yang pas. Karena rak masuk ke dalam dinding, luas ruangan tidak berkurang. Sebelum membuat rak tanam, tentukan buku apa yang akan dimuat di situ, karena rak tanam sifatnya permanent sehingga sulit diubah-ubah ukurannya.


Misalnya, ruang di bawah wastafel yang biasa kosong dapat dimanfaatkan untuk menyimpan beberapa jenis barang. Kemudian ruang kosong sekitar satu meter di bawah plafon pun dapat lebih difungsikan.

Mezanin bisa jadi salah satu cara mendapatkan ruang tambahan tanpa perlu melakukan perubahan struktur rumah. Mezanin ini bisa dibuat dengan memanfaatkan ruang bawah atap (attic). Ruang tambahan ini bisa digunakan untuk meletakkan rak buku secara berjajar. Kalau cukup luas, mezanin malah bisa anda jadikan ruang kerja atau ruang baca.

Di samping itu, anda juga bisa membuat perabot multifungsi. Misalnya membuat bangku panjang dengan rak buku di bawahnya. Anda jadi punya tempat khusus sembari membaca buku-buku favorit.


Asalkan pintar mengakali keterbatasan ruang, barang-barang koleksi anda akan tertata sesuai keinginan anda tetapi tak akan membuat rumah terasa penuh dan sesak.

Faktor pencahayaan dari lampu pun tidak sepatutnya dilupakan. Cahaya lampu hanya ada dua, yaitu kuning dan putih. Cahaya putih dari lampu neon, misalnya, lebih memberikan kesan dingin, formal, dan tidak alami. Adapun warna kuning berkesan lebih hangat, segar, alami, dan romantis.


Sementara itu, kaca yang membatasi bagian dalam rumah dengan ruangan di luarnya pun memengaruhi kesan pandangan yang ditimbulkan. Adanya kaca membuat kita bisa melihat keluar. Hal ini, secara psikologis, memberikan kesan bahwa ruangan itu luas.

Selain itu, adanya kaca membuat sinar matahari bisa masuk ke dalam ruangan. Nuansa ruangan dapat mengalir ringan jika sinar matahari leluasa masuk dan pandangan mata lepas ke halaman.

Unsur vertikal terlalu banyak dan blocking untuk memisahkan satu ruangan dengan yang lainnya juga dapat memberikan kesan kaku dan sempit. Sebaiknya hindari unsur vertikal yang terlalu banyak ini. Bufet atau Credenza kecil atau bahkan sofa bisa dijadikan media penyekat ruangan.

Jika kita memiliki rumah yang mungil, sebaiknya pula memilih mebel yang kalem dan simpel. Mebel yang dipilih pun dianjurkan memiliki warna yang mendekati warna dinding sehingga tidak terkesan berat dan sempit.

Warna gelap biasanya cenderung terkesan mengarah mendekati kita sehingga ruangan tampak lebih sempit. Unsur- unsur alam, seperti pepohonan dan tanaman bunga, dapat pula ditambahkan untuk memberikan kesegaran pada ruangan.

  1. Pilihlah warna-warna yang terang dan jangan sekali-kali memilih warga gelap karena akan membuat ruangan tampak semakin sempit.
  2. Pilih Furnitur yang simple dan berkesan tidak padat, misalnya pilih lampu gantung vertikal, furnitur yang berkaki tinggi, dll.
  3. Pilihlah furnitur yang memiliki tulang tipis dan memiliki desain simple yang senada dengan karakter rumah.
    Manfaatkan setiap detil ruangan seperti bawah tangga, lorong, kolong tempat tidur maupun lemari. Sebaiknya pilih lemari dengan bukaan geser agar tidak makan ruangan.
  4. Jika suka akan tanaman, pilihlah tanaman yang simple dan isahakan yang memiliki batang yang tipis.
  5. Pilihlah perabot rumah yang memiliki daya guna multifungsi dan sesuaikan dengan kebutuhan.
  6. Letakkan perabot-perabot yang agak keras di sudut-sudut ruangan agar jarak pandang terlihat luas.
Selamat Mendekorasi Rumah Anda..




Minggu, 20 Mei 2012

8 Foto Siluet Nan Kreatif

Artikel sebelumnya membahas tentang tips dan trik memotret siluet. Sekarang kita akan melihat beberapa contoh foto siluet keren dimana sang fotografer bukan hanya mampu melakukan teknik foto siluet dengan baik namun juga memaksimalkan daya kreatif-nya.
 
Silahkan jadikan foto-foto ini sebagai sumber inspirasi anda sebelum berburu siluet:

foto oleh: vramak


foto oleh: muslim-page

foto oleh: mamnaimie

foto oleh: mamnaimie

foto oleh: Jsome1

foto oleh: FreeWine

foto oleh: mode
foto oleh: sam ilic

Tips foto: bagaimana cara memotret siluet

foto siluet nelayan
 
Siluet adalah foto dengan obyek utama gelap total dengan background yang terang, sehingga yang terlihat adalah bentuk dari obyek utama tadi. Memotret siluet tidaklah sesulit yang dibayangkan, asal anda tahu langkah-langkah dan tips-nya. Silahkan:

Matikan Flash

Yang pertama dan terpenting adalah flash di kamera harus dimatikan, kalau tidak anda akan mendapatkan foto biasa (karena obyek utama-nya tidak jadi gelap). Jadi matikan flash dikamera anda

Cari kondisi pencahayaan yang tepat (backlight)

Untuk menghasilkan siluet, background anda harus lebih terang dibandingkan dengan obyek utama. Itulah kenapa kebanyakan foto siluet dilakukan saat sunset atau sunrise, dimana matahari (sumber cahaya) ada di belakang obyek yang ingin anda foto (backlighting). Tapi jangan batasi diri, foto siluet bisa dihasilkan kapan saja, pada intinya anda hanya harus menemukan background yang lebih terang dibandingkan obyek utama.

Carilah obyek yang bentuknya menarik

Foto siluet akan sangat menonjolkan bentuk obyek utama, oleh karena itu carilah obyek dengan bentuk yang menarik dan memiliki karakter kuat. Perhatikan foto diatas, karena obyek utama (pencari ikan) kehilangan detail dan menjadi sangat gelap, bentuknya justru akan lebih terekspos. Kita bisa melihat dengan jelas batas-batas lekukan bentuk tubuh si nelayan, bentuk jaring dan bingkainya sampai tetesan air yang keluar dari jaring. Anda juga bisa mencoba dengan obyek lainnya.

Carilah background yang tepat

Untuk mendapat siluet anda harus menemukan background yang lebih terang. Usahakan juga untuk mendapatkan background yang menarik namun juga tidak ramai sehingga obyek utama terlihat sangat menonjol. Langit dan pantai adalah contoh favorit.

Ukur eksposur dengan tepat (manual/ auto)

Sebisa mungkin gunakanlah mode manual eskposur. Set metering di spot metering. Lakukan pengukuran di daerah background yang paling terang. Dalam contoh foto diatas saya mengukur cahaya langit diatas helm. Ubahlah kombinasi aperture dan shutter speed sesuai dengan hasil metering anda, terutama pada aperture pastikan anda set sesuai keinginan anda (aperture besar untuk background yang agak kabur dan aperture kecil untuk background yang tajam). Setelah anda menentukan aperture dan shutter speed yang dipilih, arahkan kamera ke obyek utama. Aturlah h3 yang terbaik dan tentukan fokus di obyek utama, baru kemudian jepret….
Jika anda tidak bisa menggunakan mode manual, gunakanlah mode auto. Arahkan kamera ke area paling terang, dalam contoh diatas adalah ke langit diatas si pencari ikan, pencetlah setengah shutter anda (jangan pencet penuh) lalu tahan shutter jangan dilepas. Lalu arahkan kamera ke obyek utama anda baru kemudian jepret….

Jangan takut mencoba

Cobalah kombinasi aperture dan shutter speed yang berbeda jika anda gagal di kesempatan pertama. Cobalah juga bereksperimen dengan obyek dan lingkungan anda, jangan hanya terpaku pada sunset dan sunrise, karena foto siluet bisa dihasilkan dimanapun.

10 Tips Memotret Sunset Dan Sunrise

Memotret sunset dan sunrise adalah salah satu dari sekian banyak ”foto wajib“ yang harus dilakukan oleh seorang penggemar fotografi. Kalau anda sudah pernah mencoba memotret sunset atau sunrise tetapi kurang puas dengan hasilnya, silahkan coba tips berikut ini supaya foto sunset dan sunrise bertambah baik:

1903863438_9b75d75043.jpg

Lakukan Persiapan Sebaik-baiknya

Sunset dan sunrise hanya berlangsung sekitar setengah jam. Untuk itu kita harus melakukan persiapan matang sebelumnya. Pastikan datang lebih awal dan pastikan anda sudah tahu dari  titik sebelah mana anda akan memotret. Agar komposisi akhir foto keren, lakukan observasi tempat sebelumnya. Untuk memastikan anda tidak terlambat , usahakan anda tahu jam berapa sunset atau sunrise akan tiba (karena jam sunset / sunrise berbeda dari lokasi ke lokasi).  Juga pastikan peralatan sudah siap: kamera – lensa – tripod (jika ada) serta aksesoris lainnya sudah terpasang & disetel dengan baik, sehingga saatnya tiba kita bisa sibuk memotret bukan sibuk mengeset alat.

3668234881_617c98d933.jpg

Jangan Kecewa Karena Mendung

Karena anda sudah bersusah – payah mendatangi lokasi yang jauh dan sulit, jangan kecewa kalau mendadak mendung tiba. Maksimalkan kreatifitas anda saat langit tertutup mendung. Langit mendung bukan halangan menghasilkan foto indah saat sunrise dan sunset. Cari tahu obyek apa saja yang menarik untuk difoto saat mendung atau hujan.

Jangan Terpaku Pada Wide Angle

Memotret sunset dan sunrise menggunakan lensa sudut lebar (wide angle) merupakan hal yang biasa, namun jangan terpaku hanya menggunakan lensa tersebut (kalau anda memang punya pilihan lain). Manfaatkan rentang lensa yang lain, misalnya lensa tele.

2595728993_82326e6229.jpg

Maksimalkan Siluet

Hal yang menambah daya tarik foto sunset dan sunrise adalah siluet. Siluet memberi kesan yang kuat serta memberi cerita dalam foto anda, apalagi jika anda memotret sunset atau sunrise di lokasi yang memiliki identitas kuat.

Bawalah Tripod

Jika anda ingin memanfaatkan teknik long shutter – membuat HDR atau panorama: tripod wajib dibawa

Gunakan Manual Focus

Karena sunset dan sunrise memiliki kualitas cahaya yang lumayan ekstrim, kadang kamera akan kesulitan menemukan fokus jika anda menggunakan mode auto focus, segera ganti ke mode manual sehingga kita tidak menyia-nyiakan waktu menunggu kamera menemukan titik fokus.

183916459_c501884355.jpg

Gunakan Preset White Balance Cloudy

Ubahlah setting white balance anda ke cloudy (biasanya dilambangkan dengan ikon mendung). Setting white balance ini akan membuat foto sunset atau sunrise lebih hangat dan warnanya lebih “menggigit”, dibandingkan kalau menggunakan setting white balance auto. Atau jika anda suka bereksperimen, cobalah setting white balance lainnya.

Gunakan Spot Metering (SLR dan Prosumer) atau Sunset Scene (Untuk Kamera Saku)

Untuk memperoleh eksposur yang tepat, gunakan mode metering spot jika anda memiliki kamera SLR dan prosumer, atau gunakan mode scene sunset/ sunrise jika anda menggunakan kamera saku pemula. Untuk pengukuran menggunakan spot meter, arahkan titik fokus ke area sekitar matahari (jangan tepat di matahari – nya lalu lakukan metering dengan memencet separuh shutter, lalu kunci eksposur anda. Untuk kamera saku (dengan mode scene), tinggal arahkan dan jepret.
380260645_8cc03aa912.jpg

Jangan Berhenti Ketika Sunset Lewat

Saat memotret sunset, jangan kemasi kamera anda hanya karena matahari sudah melewati garis horison. Bertahanlah sebentar lagi, karena cahaya sesaat setelah sunset adalah salah satu cahaya paling indah yang dikeluarkan alam. Begitu juga dengan sunrise, jangan datang terlalu mepet dengan waktu matahari terbit. Cahaya sesaat sebelum sunrise adalah salah satu yang paling indah

Berdoalah Agar Alam Berpihak Pada Anda

Anda sudah jauh – jauh datang ke pantai terpencil (atau gunung), menyiapkan alarm untuk bangun jam 4 pagi dan sudah menata semua peralatan agar siap memotret, namun tiba – tiba hujan tiba. Ya apadaya, memotret di alam terbuka memang membutuhkan keberuntungan dan kesabaran, kenapa kesabaran? karena anda bisa mencoba lagi esok hari :)